Cintaku begitu melarat kepadamu, cuma ada sabuk, baju, celana dan beberapa sempak yang jarang aku cuci. Begitulah kekasih jika kau berpacaran dengan penyair belum tenar, apalagi sekarang aku diserang komentar nahas kau tak aku perhatikan kembali. Maukah kekasih jika aku lamar dirimu mas kawin seperangkat alat menulis puisi dan beberapa honor dari redaksi untuk sewa hiburan dan makan (Itu pun jika puisiku tak bikin mules) Semelaratnya cintaku padamu kekasih tak akan aku biarkan kamu kedinginan kelaparan menjual puisiku ke jalan dan menangis kekeringan uang. Kekasih mencintaimu butuh kesabaran dan keteguhan diterpa badai persaingan sebab bagiku mencintaimu adalah puisi yang panjang kadang sansai.