Wajahku memantul di hitam mata teduhmu
menyimpan hening yang tenang, tiada
penghujan
yang panjang di sana, hanya musim gugur
daunan sakura
menyambut kedatanganku melangkah
meminang cintamu
dan kamu sudah bergaun sewarna terang di
dadaku.
Pada suatu waktu matamu menuangkan sore
yang indah
bagi burung-burung rindu dalam kandang.
Lalu, aku merekam
warna senja menempel di antara dua
sayapnya. Agar kelak
jika ingatanku rubuh aku masih bisa
mengenangmu
dalam keremangan yang tak berkesudahan
itu.
Perempuanku, tiada selain matamu yang
menaklukkan aku,
tiada selain darahku yang ingin
kudagingkan kepadamu.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas apresiasinya.