Menulis merupakan salah satu kegiatan yang mesti dilakukan sesempat mungkin, tidak terima alasan apa pun yang menghambat. Ungkapan tersebut menurutku hanya berlaku bagi ‘orang-orang terpilih' yang separuh napas hidupnya untuk menulis. Terlalu naif jika orang biasa sepertiku melakukannya. Menulis membutuhkan tenaga dan pikiran yang prima. Waktu dan ide. Kesiapan mewujudkan sesuatu abstrak menjadi sesuatu yang konkrit juga perlu menjadi perhatian. Saat masih sebagai mahasiswa, waktu luang yang aku miliki cukup banyak. Peluangku untuk menulis lima puisi sehari masih memungkinkan. Sebab itu event antologi puisi bersama jarang terlewat. Aku selalu berusaha puisi-puisiku ikut bersaing dengan puisi lainnya. Tetapi lain hal dengan kondisi saat ini, memiliki kesempatan menulis seperti mendadak mendapat anugerah yang amat menyenangkan. Dan seperti menuntaskan lelah yang tertinggal. Tidak hanya menulis puisi, misalnya menulis story wa atau lainnya, menurutku tanpa sadar ataupun disadar...