Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2021

Habis Scroll Terbitlah Ide

Menulis merupakan salah satu kegiatan yang mesti dilakukan sesempat mungkin, tidak terima alasan apa pun yang menghambat. Ungkapan tersebut menurutku hanya berlaku bagi ‘orang-orang terpilih' yang separuh napas hidupnya untuk menulis. Terlalu naif jika orang biasa sepertiku melakukannya. Menulis membutuhkan tenaga dan pikiran yang prima. Waktu dan ide. Kesiapan mewujudkan sesuatu abstrak menjadi sesuatu yang konkrit juga perlu menjadi perhatian.  Saat masih sebagai mahasiswa, waktu luang yang aku miliki cukup banyak. Peluangku untuk menulis lima puisi sehari masih memungkinkan. Sebab itu event antologi puisi bersama jarang terlewat. Aku selalu berusaha puisi-puisiku ikut bersaing dengan puisi lainnya. Tetapi lain hal dengan kondisi saat ini, memiliki kesempatan menulis seperti mendadak mendapat anugerah yang amat menyenangkan. Dan seperti menuntaskan lelah yang tertinggal.  Tidak hanya menulis puisi, misalnya menulis story wa atau lainnya, menurutku tanpa sadar ataupun disadar...

ANTARA SKRIPSI DAN PUISI

  Menulis merupakan kegiatan yang menguras pikiran dan bikin cepat lapar. Seringkali ketika daya kreatif belum habis, perut sudah keroncongan. Terkadang sebaliknya, perut masih kenyang, tapi daya kreatif lebih dahulu terkuras. Menciptakan momen keduanya berjalan seiringan ialah hal yang cukup sulit dan langka. Alhasil tulisan hanya berakhir pada paragraf pertama, atau bahkan berakhir dalam angan-angan semata. Pada saat penyusunan skripsi semester delapan lalu, menulis seperti kegiatan yang tidak boleh putus. Pagi hari sampai malam, terbangun hingga begadang. Mengapa demikian? Karena satu hari atau lebih tidak menulis kita akan kehilangan jalur dan momentum. Segalanya terasa berat bahkan untuk memulai kalimat pertama. Menjaga jalur dan momentum, berarti menjaga pula daya kreatif dan kondisi perut yang stabil. Saya rasa itulah salah satu kunci sederhana menjadi mahasiswa semester akhir. Masa penyusunan skripsi memaksa saya untuk mengurangi intensitas menulis puisi. Sebab hamp...