Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2020

Anggrainim di Tangan Penyair

Seumpama saja ada mesin waktu yang mampu mengantarkan kita pada masa lampau atau masa ketika masyarakat belum mengenal betul bahasa tulis, lalu kita tantang satu penulis hebat pada masa sekarang yang telah menerbitkan beberapa buku untuk berada di masa lampau dan membuat karya sebanyak-banyaknya dengan mengandalkan ingatan dan lisan.  Bisa kita tebak, pengarang tersebut tidak akan mampu menciptakan karya sebanyak yang telah dia terbitkan di masa sekarang. Mungkin perumpaan tersebut dapat membuka wawasan kita tentang perbedaan pengarang zaman sekarang dengan zaman dahulu. Pada zaman dahulu pengarang menggunakan tradisi lisan sebagai media berkarya dengan mengandalkan segenap ingatan. Karena itu, kita mengenal puisi lama yang memiliki banyak sekali aturan main. Misalkan, pantun yang memiliki aturan pola a-b-a-b, suku kata 8-12 dan 1 bait berisi 4 larik. Aturan main ini merupakan cara agar pengarang mudah mengingat karya yang sudah dibuat. Lalu, bagaimana dengan dongeng, le...