Cukup untuk tiga puluh-lima menit Ruang makan bernuansa tanah Jawa Kursi merah-marun didekor sempurna Peluh luluh tersiur aroma hidangan Pandang menyelasar asal aroma Tiada waktu bercerita kelam Ruangan ini telah diatur kedap pengecualian Menyeka harta kemudian kasta Ventilasi, bahagia menyeruak Hilir-mudik melaluinya. Tiga puluh pasang mata Menatap lamat-lamat meja penyajian Menunggu yang dipesan Sebuah kepastian dari ruang perapian Menit pertama, hening. Menunggu pemimpin melakukan tugas. Menit kedua dan dua puluh-delapan menit berikutnya Terendam kenikmatan santapan Peramu saji melekatkan Keramah-tamah di atas tampan Suara bengis roda-roda kendaraan Melucuti separuh pendengaran Kami lupa menutup pintu jati itu Prismatis mulai masuk, di menit akhir. Tidak semua yang indah dimulai huruf A Masih ada dua puluh-enam di belakang Dan, kami keempat dari h...