SUDAH menjadi rahasia umum salah satu faktor keberhasilan untuk mendapatkan pekerjaan adalah relasi. Kondisi seperti ini tentu menguntungkan bagian sebagian orang yang diwarisi relasi oleh keluarga atau mereka yang membangun relasi sejak duduk di bangku sekolah/kuliah. Mereka yang memiliki relasi memiliki harapan dan peluang yang lebih besar dan terjamin. Jika dilihat sekilas semua pelamar kerja memiliki kesempatan yang sama besar, tetapi hal ini tidak berlaku bagi mereka yang telah lebih dulu mencuri start yaitu memiliki relasi dalam perusahaan/instansi yang bersangkutan. Misal ada dua orang yang melamar pada perusahaan yang sama, tetapi salah satu di antara mereka memiliki relasi di dalam perusahaan tersebut. Pemenang dari kedua pelamar tersebut sudah pasti yaitu orang yang memiliki relasi. Sekali pun perusahaan mengadakan tes seleksi, hal tersebut hanya suatu formalitas belaka. Lalu bagaimana jika semua pelamar dalam satu perusahaan memiliki relasi dan perusahaan ha...
Pada usia yang tidak lagi memikirkan liburan atau tempat nongkrong setiap weekend , menyusun mimpi atau target tahunan yang kadang kurang rasional hanya buang-buang waktu. Semalaman setelah tahun baru biasanya kita termenung mengingat apa yang gagal dan apa yang berhasil dicapai. Semakin sedikit capaian yang berhasil, semakin kita menilai diri sendiri lebih buruk dari sebelumnya atau memberikan sugesti pada diri bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa. Pola Pikir seperti ini harusnya hanya berlaku ketika kita masih pada masa minta antar ambil raport sekolah. Ingat kita bukan lagi di fase yang membutuhkan ungkapan yang membesarkan diri, kita ada di fase seperti kata orang "Mau sedunia bilang semangat, tapi kalau aku capek, ya capek!" Kita sudah melampaui banyak tragedi, kegagalan, dan patah hati yang membentuk cara berpikir. Bagaimana kehidupan akan terus berjalan ketika menerima segalanya, bukan tergantung orang lain untuk bergerak. Kita pun sadar bahwa pentingnya memiliki ...