Kala bom rindu berseru Tiap hentakan waktu Membawa aku sedu Terhenyak sepi pilu Meledak hilang Kau tak mampu hentikan Bom rindu Ranjau darat tertebar luas Tertutup hamparan pasir cinta Tanda batas wilayah Tak sudi direbut penjajah Tak kecuali kau Jauh diam di sana Tak kembali dalam mata Kau kepala baret Pandai runtuhkan kendaraan perang Pandai sembunyi di antara ilalang Pandai mengatur rencana perang Tapi, tak pandai Melunakan rindu membatu Menampung airmata sembilu