Ayah,
Kemana engkau?
Jarum berputar
Tanpa nafsu
Mencari titik waktu
Membelah siangmalam
Ayah,
Jika detik itu runtuh
Menimpa tubuhku
Lalu, Aku menangis
Di hunus rindu
Maukah engkau datang?
Membawa dada hangatmu
Ayah,
Suara detak silih berganti
Merusak saraf gendang telingaku
Nyanyian kelabu
Hiasi ruang kosong
Sunyi tanpa deringanmu
Ayah,
Haruskah kuhentikan waktu?
Haruskah kupisahkan rangkaian jarum?
Haruskah kurubah susunan angka?
Haruskah kubuang dayanya?
Agar engkau, tak terlalu jauh berlalu.
Ayah,
Kurela membuang tungkai
Kurela berjalan dengan tangan
Demi menatap tubuhmu
Tujuh lapis langit
Kuremuk jadi satu
Ayah,
Jarum,detik,waktu
Tak punya arti
Tanpa sosok engkau
Dalam sisa waktuku
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas apresiasinya.