Semakin hari dunia semakin tidak beres. Apa pun yang sedang atau yang akan kita lakukan harus dilakukan dan diselesaikan dengan cepat. Tidak boleh tidak. Lambat sedikit dibilang pemalas, tidak bertanggung jawab, lemot, kurang disiplin, dan lainnya. Tempo kehidupan yang serba cepat ini seolah memaksa kita tidak memaafkan keterlambatan sedikit pun. Era 4.0 membangun konsep hidup manusia dari yang membutuhkan proses menjadi siap saji dalam segala hal. Instan. Hidup seperti diburu-buru sesuatu yang kita sendiri tidak tahu. Alih-alih mengefisienkan waktu agar bisa melakukan hal lain selanjutnya, kita hanya mempersiapkan hidup yang setengah matang. Kehidupan yang menuntut kecepatan ini di satu sisi membebani kita. Sebab waktu seolah tidak sepenuhnya kita miliki. Kesempatan menikmati proses hidup pun seakan amat mustahil. Misalnya begini, dalam suatu kesempatan saat kita sedang menikmati sebatang rokok, musik favorit, atau momen saat sedang merasakan nikmatnya menyendi...