Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Geliat Gelisah Meliuklah Puisi

Penyair atau siapa pun memiliki suatu hal yang membuat dirinya tergerak untuk menulis. Ungkapan Sitor Situmorang dalam esai Angkatan 45, “Konsepsi Seni Angkatan 45” Siasat, nomor 3 tahun 1949, bahwa kegelisahan tanda hidup. Kegelisahan dianggap sebagai motor penggerak untuk terus menciptakan,  kegelisahan diri, kegelisahan lingkungan sosial, maupun kegelisahan terhadap tuhan. Tak ada kata pensiun bagi penyair selama kegelisah masih tumbuh sumbur dan nyawa belum melayang.  Sebab penyair tidak akan bisa lepas dari hal-hal yang melingkupi kehidupannya. Karena itu pulalah kita kadang dapat merasakan suasana kegelisahan yang cukup kuat dalam suatu karya sastra khususnya puisi. Jika geliat kegelisahan semakin besar maka daya cipta itu pun semakin kuat, sejatinya penyair ingin suara-suaranya didengar pembaca. Penulis juga sadar, tulisan esai pendek ini dimotori oleh kegelisahan yang terus tumbuh subur . Ketika mengetahui kalau ternyata penyair yang termaktub dalam antologi ...