Balada 29 Juni
Hati bergetar di guncang monitor
Urat mata tegang di sorot jajaran kata
Jantung berdentum dasyat bagai bom hirosima nagasaki
Nyali jemari di renggut prasangka hati
Dua puluh sembilan Juni
Aku mencengkram dunia
...
Goresan tinta membekas di seuntai kertas
Panorama mimpi tergambar jelas
Pena hanya tertawa puas
Melihat aku,
Menggores mimpi di wajah seuntai kertas
Mimpi luar batas, tak terjangkau manusia waras
...
Dua puluh sembilan Juni
Mimpi kakiku menginjak tanah sarjana
Mataku penuh bangunan menjulang hebat
Serta pundakku berat wawasan dunia
Itu menembus khayal nyata
Maafkan aku kertas,
Aku kembali menggoresmu
...
Dua puluh sembilan Juni
Aku takkan berhenti karenamu
Guncangan monitor
Sorot jajaran kata
Dentum dasyat bom hirosima nagasaki
Nyali jemari di renggut prasangka hati
Akan kuhadapi berkali-kali
...
Kau,
Dua puluh sembilan Juni
Aku jadikan kau raja mimpi
Prajuritmu akan kuhadirkan nanti.
Hati bergetar di guncang monitor
Urat mata tegang di sorot jajaran kata
Jantung berdentum dasyat bagai bom hirosima nagasaki
Nyali jemari di renggut prasangka hati
Dua puluh sembilan Juni
Aku mencengkram dunia
...
Goresan tinta membekas di seuntai kertas
Panorama mimpi tergambar jelas
Pena hanya tertawa puas
Melihat aku,
Menggores mimpi di wajah seuntai kertas
Mimpi luar batas, tak terjangkau manusia waras
...
Dua puluh sembilan Juni
Mimpi kakiku menginjak tanah sarjana
Mataku penuh bangunan menjulang hebat
Serta pundakku berat wawasan dunia
Itu menembus khayal nyata
Maafkan aku kertas,
Aku kembali menggoresmu
...
Dua puluh sembilan Juni
Aku takkan berhenti karenamu
Guncangan monitor
Sorot jajaran kata
Dentum dasyat bom hirosima nagasaki
Nyali jemari di renggut prasangka hati
Akan kuhadapi berkali-kali
...
Kau,
Dua puluh sembilan Juni
Aku jadikan kau raja mimpi
Prajuritmu akan kuhadirkan nanti.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas apresiasinya.