Lipat kemudian gulung pakaianmu, layaknya backpacker memuja daratan.
Susun rapih : anggap dunia tak menghamburkan nanti.
Bawalah kamus dan rumus.
Simpan di depan, supaya kau paham ketaksaan pohon merelakan daun.
Melangkah secukupnya, pijak sekuat pengharapan.
Angin akan terus berusaha menghempasmu.
Dalam ngarai belum sempat kau rumus dan bahasa belum sempat kau bahas
Hiruk dan lekuk peraduan angin.
Tanggalkan tapak keluh.
Hujan mengurai setelah kau berteduh.
Kencangkankan keteguhan : badai datang.
Bahkan kawanan burung
Kembali dalam naungan.
Liliti diri dengan mantel ibumu.
Hangatnya membeku.
Seolah dia tahu badai itu.
Sebelum kau kemasi pikiran
Dari yang menjatuhkan.
Tunggu apalagi, badai reda.
Dia telah menunggu
Ikutlah disampingku.
Sekali lagi, kencangkan keteguhanmu...
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas apresiasinya.