Batu.
Jika engkau marah, lempar batu hatiku
ke arah mata hatimu. Engkau akan mendengar
dengung yang tak asing pernah masuk kupingmu.
Cinta.
Setelah umur remaja engkau akan merasakan cinta
tak seenak gorengan kantin. Banyak minyak
dan engkau air yang hanya ingin berdampingan.
Hujan.
Masuk angin bermula engkau hujan-hujanan.
Lalu, ibumu marah. Malamnya engkau minta dikerok,
dan jadilah selukisan air hujan dan kenangan di punggungmu.
Mata.
Sakit mata itu sumpah tidak enak.
Apalagi engkau sengaja menyakiti mata
dengan pura-pura jujur dari dua matamu.
Rambut.
Tak ada urusannya gondrong dengan etika bobrok.
Gondrong masih boleh mengucap salam dan sholat,
sebab gondrong adalah kebebasan tanpa sia-sia.
Jika engkau marah, lempar batu hatiku
ke arah mata hatimu. Engkau akan mendengar
dengung yang tak asing pernah masuk kupingmu.
Cinta.
Setelah umur remaja engkau akan merasakan cinta
tak seenak gorengan kantin. Banyak minyak
dan engkau air yang hanya ingin berdampingan.
Hujan.
Masuk angin bermula engkau hujan-hujanan.
Lalu, ibumu marah. Malamnya engkau minta dikerok,
dan jadilah selukisan air hujan dan kenangan di punggungmu.
Mata.
Sakit mata itu sumpah tidak enak.
Apalagi engkau sengaja menyakiti mata
dengan pura-pura jujur dari dua matamu.
Rambut.
Tak ada urusannya gondrong dengan etika bobrok.
Gondrong masih boleh mengucap salam dan sholat,
sebab gondrong adalah kebebasan tanpa sia-sia.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas apresiasinya.