Cintaku begitu melarat kepadamu, cuma
ada sabuk, baju, celana dan beberapa
sempak yang jarang aku cuci.
Begitulah kekasih jika kau berpacaran
dengan penyair belum tenar, apalagi
sekarang aku diserang komentar
nahas kau tak aku perhatikan kembali.
Maukah kekasih jika aku lamar dirimu
mas kawin seperangkat alat menulis puisi
dan beberapa honor dari redaksi
untuk sewa hiburan dan makan
(Itu pun jika puisiku tak bikin mules)
Semelaratnya cintaku padamu kekasih
tak akan aku biarkan kamu kedinginan
kelaparan menjual puisiku ke jalan
dan menangis kekeringan uang.
Kekasih mencintaimu butuh kesabaran
dan keteguhan diterpa badai persaingan
sebab bagiku mencintaimu
adalah puisi yang panjang kadang sansai.
ada sabuk, baju, celana dan beberapa
sempak yang jarang aku cuci.
Begitulah kekasih jika kau berpacaran
dengan penyair belum tenar, apalagi
sekarang aku diserang komentar
nahas kau tak aku perhatikan kembali.
Maukah kekasih jika aku lamar dirimu
mas kawin seperangkat alat menulis puisi
dan beberapa honor dari redaksi
untuk sewa hiburan dan makan
(Itu pun jika puisiku tak bikin mules)
Semelaratnya cintaku padamu kekasih
tak akan aku biarkan kamu kedinginan
kelaparan menjual puisiku ke jalan
dan menangis kekeringan uang.
Kekasih mencintaimu butuh kesabaran
dan keteguhan diterpa badai persaingan
sebab bagiku mencintaimu
adalah puisi yang panjang kadang sansai.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas apresiasinya.