Kangen mengetuk pintu kamar
lalu kubiarkan dia duduk di kursi kosong
dulu tempat kau dan aku menyulam cinta
pada suatu malam.
Dia bosan duduk lama-lama di kursi
dan hanya sedikit bicara denganku
berjalan dari bingkai ke bingkai yang lain
menatap wajahku dan wajahmu.
"Aku kira kau sudah lupa dengannya,"
Tidak. Aku sedang kangen. Walaupun dia
sudah lama tenggelam di kalender
aku masih mencintainya sama seperti
ketika masih hijau dan lugu.
Dia kembali duduk di kursi itu
kali ini termangu ditikam jentik waktu
merunut segala kenang yang hambar
di selembar kertas tanpa gambar.
Di matanya ada mataku dan matamu
di hitam kelopaknya ada tangisku dan tangismu
di kelu bibirnya ada bibirku dan bibirmu
beradu
di kapal dadanya ada penantianku tanpa penantianmu.
Sampai di situ aku tahu
kita sudah saling tipu-menipu
lalu kubiarkan dia duduk di kursi kosong
dulu tempat kau dan aku menyulam cinta
pada suatu malam.
Dia bosan duduk lama-lama di kursi
dan hanya sedikit bicara denganku
berjalan dari bingkai ke bingkai yang lain
menatap wajahku dan wajahmu.
"Aku kira kau sudah lupa dengannya,"
Tidak. Aku sedang kangen. Walaupun dia
sudah lama tenggelam di kalender
aku masih mencintainya sama seperti
ketika masih hijau dan lugu.
Dia kembali duduk di kursi itu
kali ini termangu ditikam jentik waktu
merunut segala kenang yang hambar
di selembar kertas tanpa gambar.
Di matanya ada mataku dan matamu
di hitam kelopaknya ada tangisku dan tangismu
di kelu bibirnya ada bibirku dan bibirmu
beradu
di kapal dadanya ada penantianku tanpa penantianmu.
Sampai di situ aku tahu
kita sudah saling tipu-menipu
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas apresiasinya.