Masih adakah pertemuan-pertemuan yang bertebar debar
ketika matamu mampir ke mataku dan mataku menyambut
betapa manisnya matamu diterpa bintik cahaya lampu kota?
Masih adakah percakapan-percakapan yang sederhana
di suatu meja tempat berpaling dari segala resah menujum
sebuah rencana-rencana kehidupan yang terlihat fana dan biasa?
Masih adakah rasa yang mengintai detik-detik tengah malam
saat rindu menjelma dingin menyusup ke celah-celah udara
dan tiba-tiba dinding kamarku menjelma sebuah ruang hatimu?
Masih adakah waktu untuk kami menganulir hati dari prasangka
yang buruk soal kematian yang khusyuk dan di sana cinta terbaring
lalu mata dan hati mengolami wajah-wajah kami terapung dan selesai?
ketika matamu mampir ke mataku dan mataku menyambut
betapa manisnya matamu diterpa bintik cahaya lampu kota?
Masih adakah percakapan-percakapan yang sederhana
di suatu meja tempat berpaling dari segala resah menujum
sebuah rencana-rencana kehidupan yang terlihat fana dan biasa?
Masih adakah rasa yang mengintai detik-detik tengah malam
saat rindu menjelma dingin menyusup ke celah-celah udara
dan tiba-tiba dinding kamarku menjelma sebuah ruang hatimu?
Masih adakah waktu untuk kami menganulir hati dari prasangka
yang buruk soal kematian yang khusyuk dan di sana cinta terbaring
lalu mata dan hati mengolami wajah-wajah kami terapung dan selesai?
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas apresiasinya.